Pentingnya Kesehatan Mata di Era Digital

Mata adalah organ tubuh manusia yang sangat penting dan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup manusia. Mata berfungsi sebagai indra penglihat khususnya manusia, bila terjadi iritasi pada mata dan tidak ditangani dengan cepat maka dapat menyebabkan kebutuaan (Girsang & Fahmi, 2019 ). Dari melihat, seseorang dapat melakukan berbagai hal dalam kehidupannya dan sangat berpengaruh pada tingkat produktivitasnya. Kemampuan mata untuk melihat ini, didukung oleh bagian-bagian dalam mata yang dikenal dengan anatomi mata yang memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing. Adapun bagian- bagain pada mata yaitu kelopak mata, selaput mata, kornea, bilik mata depan, iris dan pupil, lensa, badan kaca, retina dan saraf optik, serta makula. Bagian- bagian pada mata tersebut memiliki fungsinya masing-masing yang sangat penting dalam kinerja mata. Mata manusia adalah organ yang sangat sensitif, namun dilindungi oleh kelopak dan bulu mata. Organ mata bekerja dengan cara mendeteksi cahaya di dalam pupil, difokuskan ke retina dibelakang mata, lalu retina mengubahnya menjadi impuls saraf, dan dibawa ke otak melalui saraf optik.   

Saat ini segala sesuatu yang dilakukan serba digital, menjadikan kita lebih banyak menatap layar elektronik baik itu layar komputer atau ponsel. Memandang layar elektronik terlalu lama dapat menyebabkan gangguan pada mata dan penglihatan kita. Otot- otot mata menjadi cepat lelah dan membuat penglihatan menjadi buram dan frekuensi berkedip pun berkurang sehingga mata menjadi kering dan merah yang dapat menyebabkan resiko mata juling. Adapun gangguan kesehatan pada mata akibat dari sering menatap layar elektronik yaitu mata lelah atau astenopia, mata kering, mata juling, dan rabun jauh. Orang yang menderita rabun jauh atau miopi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang jauh tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek di titik dekatnya yaitu pada jarak 25cm. titik jauh mata orang yang menderita rabun jauh berada pada jarak tertentu (mata normal memiliki titik jauh tak berhingga). Orang yang menderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang terletak di titik dekatnya tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek yang jauh (tak hingga). Titik dekat mata orang yang menderita rabun dekat lebih jauh dari jarak baca normal PP > 25 cm (Priambodo et al, 2012). Rabun jauh ini dapat diatasi dengan metode lasik sebagai teknologi laser yang sudah berkembang selama 20 tahun. Lasik merupakan operasi mata yang menjadi solusi bagi penderita kelainan refraksi untuk bisa melihat tanpa bantuan alat bantu kaca mata. Tujuan utama lasik adalah mengurangi kertergantungan seseorang akan penggunaan kacamata atau lensa kontak( Ansyori, 2019). Tidak hanya rabun jauh, tetapi lasik juga dapat digunakan untuk mengatasi rabun dekat dan silinder atau yang biasa disebut kelainan refraksi. Gejala dari kelainan refraksi adalah penglihatan kabur, melihat lingkaran cahaya di sekitar sumber cahaya terang, sulit fokus, sering menyipitkan mata, sakit kepala, dan mata terasa tegang. Oleh sebab itu, dengan adanya lasik dapat membantu penderita kelainan refraksi terbebas dari kacamata. Keberhasilan lasik tergantung pada kondisi mata dan kesehatan tubuh masing-masing orang. Gangguan kesehatan mata tidak hanya disebabkan dari menatap layar elektronik yang terlalu lama, tetapi ada juga beberapa gangguan penglihatan yang sangat berdampak buruk pada mata salah satunya yaitu katarak, yang disebabkan oleh beberapa faktor yang utama yaitu usia.

Katarak adalah suatu kelainan pada lensa mata yang menyebabkan penglihatan menjadi buram hingga berisiko kebutaan. Katarak merupakan penyebab gangguan penglihatan kedua di dunia dengan angka kejadian sebesar 33% ( Aini & Santik, 2018). Pada umumnya penyebab katarak adalah akibat proses penuaan atau trauma yang menyebabkan perubahan pada jaringan mata. Faktor usia menjadi penyebab utama katarak, karena dengan bertambahnya usia maka lensa menjadi semakin tebal dan tidak fleksibel. Sehingga menyebabkan munculnya gumpalan protein dan mengurangi cahaya yang masuk ke retina, hal inilah yang menyebabkan pandangan kabur dan tidak tajam pada penderita katarak. Katarak ditandai dengan adanya lensa mata yang berangsur-angsur menjadi buram yang pada akhirnya dapat menyebabkan kebutaan total. Penyakit katarak terutama disebabkan oleh proses degenerasi yang berkaitan dengan usia. Katarak kini masih menjadi penyakit paling dominan pada mata dan merupakan penyebab utama dari kebutaan di seluruh dunia (Mo’otapu et al, 2015). Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan resiko terjadinya katarak yaitu, diabetes melitus, sering terpapar sinar matahari langsung, merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, sering mengonsumsi alkohol, keluarga dengan riwayat katarak, dan pernah melakukan operasi mata. Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah katarak yang utama yaitu mengatur pola hidup dan gaya hidup masing-masing. Selain itu, untuk pencegahan dilakukan juga dengan mengurangi konsumsi alkohol, melakukan pemeriksaan mata rutin ke dokter mata, melindungi mata dari benturan atau trauma benda asing, menjaga kadar gula darah agar tetap normal, serta memastikan pencahayaan dirumah dalam kondisi baik. Dengan menerapkan cara- cara pencegahan katarak diharapkan mampu meminimalisir kerusakan mata atau penglihatan terutama katarak.

Seperti yang kita ketahui di era digital ini segala sesuatu dapat dilakukan dengan praktis dan serba online. Seperti untuk konsultasi mata yang dapat dilakukan secara online, salah satunya yaitu Dokter Mata yang merupakan platform konsultasi mata online tanpa dipungut biaya dengan dokter khusus mata di Indonesia. Dokter Mata menyediakan pilihan konsultasi online dapat berupa pesan maupun siaran langsung, yang ditentukan sendiri oleh pasien sesuai dengan kebutuhannya. Dengan adanya Dokter Mata maka dapat membantu masyarakat untuk mengecek apakah ada gangguan atau tidak pada mata, platform Dokter Mata ini sangat membantu sekali.

Mata yang sehat adalah mata yang terbebas dari penyakit mata seperti rabun, mata kering, dan katarak serta penyakit lain yang dapat mengganggu penglihatan. Apalagi di era serba digital seperti sekarang ini kesehatan mata merupakan point utama yang sangat penting untuk dijaga. Oleh sebab itu, ayo prioritaskan kesehatan mata dengan menerapkan cara-cara pencegahan kerusakan mata. Dengan menerapkan cara- cara pecegahan kerusakan mata tersebut maka dapat meminimalisir terjadinya gangguan pada mata. Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta setidaknya rutin melakukan pemeriksaan ke dokter mata jika merasa ada gangguan pada mata agar tidak menjadi masalah penglihatan yang lebih buruk. Perlu di tanamkan dalam diri kita masing-masing bahwa kesehatan mata merupakan hal yang penting dan perlu menjadi perhatian utama.  





Daftar Pustaka
 
Aini, A. N., & Santik, Y. D. P. (2018). Kejadian Katarak Sinilis di RSUD Tugurejo. Higeia Journal Of Public Health Research and Development. 2(2), 295-306

Ansyori, A. K. (2019). Teknik Operasi Lasik Terbaru. In Conferences of Medical Sciences Dies Natalis, 1(1), 117-135.

doktermara. co. id. 24 Juni 2022. Dokter Mata: Konsultasi Kesehatan Mata Online (Live & Chat), diakses pada 22 November 2022, https://doktermata.co.id/dokter-mata-konsultasi-kesehatan-mata/.

Girsang, R. R., & Fahmi, H. (2019). Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Mata 
Katarak Dengan Metode Certainty Factor Berbasis Web. Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, 11(1), 27-31.

Kmu. id. 21 Juli 2021. Anatomi Mata: Fungsi, Kelainan, dan Kelainan, diakses pada 22 November 2022, https://kmu.id/anatomi-mata/.

Kmu. id. 22 Juni 2022. Katarak: Jenis, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan, diakses pada 22 November 2022 https://kmu.id/mata-katarak.

Mo'otapu, A., Rompas, S., & Bawotong, J. (2015). Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Katarak Di Poli Mata RSUP Prof. Dr. R.D Kandou Manado. Jurnal Keperawatan, 3(2), 1-6.

nationallasikcenter. id. 26 April 2021. LASIK: Manfaat, Metode, Risiko, hingga Biaya, diakses pada 22 November 2022, https://nationallasikcenter.id/lasik/.

Priambodo, W. W., Rizal, A., & Halomoan, J. (2012). Perangkat Pengukur Rabun Jauh Dan Rabun Dekat Pada Mata Berbasis Mikrokontroler. Jurnal Teknologi, 5(2), 90-97